Menu Utama
Arsip-arsip
Artikel Terbaru
- Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa
- Perumusan Keluaran Kegiatan (Output) beserta Satuannya
- Standar Biaya Tahun 2011
- Revisi DIPA Tahun Anggaran 2010
- Ringkasan Eksekutif Laporan Tahunan Mahkamah AGung RI Periode Tahun 2009
- SEMA No. 12 Tahun 2009 tentang Pemeriksaan Perkara Tindak Pidana di Bidang Perikanan
- SK KMA tentang Pelimpahan Kewenangan di Bidang Kepegawaian
- Netralitas PNS dalam Pemilu (SE/07/M.PAN/7/2009)
- Petunjuk Pelaksanaan Proses Persidangan Pelanggaran Pidana Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
- Tata Cara Perubahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun 2009
Berita Lainnya
- PENGUMUMAN KELULUSAN UJIAN SERTIFIKASI PENGADAAN BARANG DAN JASA
- Pelantikan Panitera/Sekretaris Pengadilan Tinggi Bandung
- Selamat.....
- Bimbingan Teknis Kepaniteraan Peradilan Umum se wilayah Jawa Barat
- Pengumuman Hasil Seleksi Tertulis Calon Hakim Ad Hoc Perikanan Tahun 2012
- Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Mahkamah Agung Tahun 2011
- Perubahan Format Laporan Penyerapan Anggaran Tahun 2012
- RALAT JADWAL DIKLAT PRAJABATAN TAHUN 2012
- Pemberitahuan Pelaksanaan Acara Bintek Perkara Peradilan Umum
- Pembinaan dan Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa
Links
Dua Pimpinan BPK Bersumpah di MA
Di tulis pada Selasa, 27 Oktober 2009 08:04:24 oleh admin Cetak
JAKARTA - Badilag.net; Ketua Mahkamah Agung Harifin Tumpa memandu pengucapan sumpah Hadi Purnomo dan Herman Widyananda sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2009-2014, di Gedung MA, Senin (26/10).
”Demi Allah Saya bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya, untuk menjadi Ketua BPK, langsung atau tidak langsung dengan rupa atau dalih apapun tidak memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada siapapun juga,” ucap Hadi Purnomo. Pengganti Anwar Nasution ini juga bersumpah tidak akan menerima sesuatu janji atau pemberian, langsung ataupun tidak langsung, dari siapapun juga.
Pengucapan sumpah bagi Ketua dan Wakil Ketua BPK yang dipandu Ketua MA merupakan amanat Pasal 16 ayat 2 UU No. 15 Tahun 2006 tentang BPK. Sebelumnya, tujuh anggota BPK yang baru telah dilantik Presiden di Istana Negara, Senin (19/10). Mereka adalah Hadi Purnomo, Hasan Bisri, Rizal Djalil, Moermahadi Soerja Djanegara, Taufiequrahman Ruki, Muhamad Nurlif, dan Ali Masykur Musa. Herman Widyananda tidak ikut dilantik karena dia merupakan anggota BPK yang akan menjabat hingga 2012.
Tujuh anggota BPK periode 2004-2009 yang telah habis masa jabatannya adalah Anwar Nasution, Abdullah Zainie (Alm), Imran, I Gusti Agung Rai, Baharuddin Aritonang, Hasan Bisri, dan Irjen Pol. (Purn) Udju Djuhaeri.
Hadi Purnomo dan Herman Widyananda ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua BPK berdasarkan keputusan sidang anggota BPK No. 11/K/I-XIII.2/10/2009 yang berlangsung Rabu (21/10). Sesuai Pasal 15 ayat 2 UU BPK, Ketua dan Wakil Ketua BPK dipilih dari dan oleh anggota BPK sendiri.
Acara pengucapan sumpah ini dihadiri Wakil Presiden Budiono beserta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Hadir pula Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, anggota Komisi Yudisial Thahir Saimima dan sejumlah hakim agung.
Masa Lalu
Kala MA dipimpin Bagir Manan dan BPK dinahkodai Anwar Nasution, kedua institusi ini pernah bersilang pendapat mengenai audit biaya perkara di MA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahkan sampai turun tangan untuk mendamaikan keduanya. BPK bersikukuh bahwa sisa biaya perkara di MA merupakan Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan menjadi obyek pemeriksaan BPK. Di pihak lain, MA berpendapat sebaliknya.
Silang pendapat itu akhirnya bisa diatasi setelah disahkannya UU No. 3 Tahun 2009 tentang MA, Januari lalu. Pasal 81A UU tersebut menyatakan bahwa pengelolaan dan pertanggungjawaban atas anggaran dan biaya kepaniteraan diperiksa BPK. Sebagai langkah tindak lanjut, MA kemudian menerbitkan Perma No. 2 Tahun 2009 tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada MA dan Badan Peradilan di Bawahnya.
Kini kedua pemimpin institusi ini sudah berganti. Warga peradilan layak berharap keduanya mampu bersinergi dengan baik agar cerita kelam masa lalu tidak terulang.
Tags : bpk